Senin, 20 Mei 2013

Salah siapa?


kali ini gue gak akan cerita tentang hal absurd, namun gue akan posting tentang hal yang lumayan genting langsung aja deh. Kemarin gue baca sebuah berita yang sangat mencengangkan yaitu sekitar 62% remaja indonesia sudah tidak perawan hal ini membuat gue takut, ya! takut tidak kebagian di masa mendatang -,-.
Selain itu gue sangat perihatin kenapa sih banyak remaja putri sekarang yang menganggap bahwa sex pranikah itu keren dan gaul padahal itu sama sekali gak bikin kamu kelihatan keren yang ada kamu bakal menyesal
di kemudian hari, berbagai penyakit siap mengintai kalau kalian melakukan sex pranikah belum lagi kalau kalian sampai hamil dan harus merelakan masa muda kalian yang indah sangat indah bahkan sangat indah, kalian harus merelakan waktu untuk nongkrong bareng temen-temen, njahilin guru, bahkan ngambil mangga tetangga (ok yang ini kebiasaan gue sih) kalian harus merelakan hal-hal yang asik tersebut untuk menggendong bayi, membeli sayuran di pasar, berharap dibelikan iPhone 5 -_- pokoknya gitu deh.

Hal menurut gue sangat genting mengapa? karena bangsa kita yang notabennya bangsa santun, beradab kenyataanya? Ini sanggat memungkinkan hilangnya jati diri bangsa kita. Ketika tulisan ini gue buat sambil mendengarkan lagu efek rumah kaca yang berjudul kenakalan remaja di era informatika gue berpikir sejenak salah siapakah ini? apakah salah remaja itu sendiri yang kurang bisa menyaring pergaulan, atau salah orang tua yang menerapkan gaya hidup ala liberalisme, atau salah dari sekolahan yang terlalu mementingkan pelajaran yang di ujikan di SBMPTN daripada pembelajaran agama dan moral. Hingga akhirnya lagu ini pun habis gue hanya bisa merenung dan menyelesaikan tulisan ini

Penulis #nomention cc @fahmi_haqqi

Super Helo

Bicara soal superhero , banyak keanehan yang mereka punya misal ada yg kerjaanya bawa piring , ada yang pake sayap tapi nggak bisa terbang macem2 de .. ni ada beberapa superhero yg menurut gue aneh


1. SUPERMAN : Kalo bicara superhero yg ini  pasti yg terlintas dipikiran kita adalah superhero yg kalo pake celana dalem diluar hehe .. model ramabut yang khas dan menurut gue superman tu kalo ditonton nggak asik banget. Dipukul , dicakar2 musuhnya , ato ditembak musuhnya pun nggak bakal kalah, ini yg membuat cerita superman jad bosenin. Mending liat samson, kalo dicukur bulu keteknya langgsung ilang kekuatannya . Dan selalu menyanyi "Aku adalah lelaki yang tak pernah mencari wanita lalalala...." 

2. BATMAN  : Nah kalo batman ni sebenarnya superhero favorit gue , tapi gue jg ngerasa batman juga aneh sudah tau kalo nggak bisa terbang masih aja pake sayap trus dia punya tanduk mirip banteng yg baru lahir , apalagi kalo kemana2 selalu bawa bodyguardnya yaitu robin hehe .. trus ada lagi dia kalo tugas dimalem hari  soalnya batman mungkin kena sif malam dan sekalian ngeronda .

3. HULK : Yah kalo hulk ni mirip gumpalan upil , jadi mending gk usah dibahas lagi de .. ....

4. CAPTAIN AMERICA : Ni superhero yg kerjaanya bawa piring terus , dan sama kayak superman kalo pake celana dalem diluar dan mungkin dia juga punya kerja sambilan yaitu promosi'in restonya yg bernama ''AMERICAN RESTO'' , nggak tau juga sih tapi kayaknya cocok kerja di rumah makan padang .

5. IRON MAN : Hehe ini dia superhero idaman ibu rumah tangga,  termasuk gue sih sebenernya , tahu kenapa? karena kalo diliat dari namanya aja IRON yg artinya setrika .. maka dari itu dia di jadi'in idola sama ibu2 rumah tangga, soalnya nggak perlu repot2 nyetrikain baju. keren kan .

6. THOR : Nah ini super hero yang kerjaannya bawa palu , rambutnya gondrong pirang , dan satu lagi dia anaknya dewa . Tapi bukan anaknya Ahmad Dani dewa 19 huhuhu ... , dan apalagi ya?? sudah lah liat aja sendiri .

author: @ironjantan

MATERI MALAM HARI

Waktu menujukan pukul pukulan, maksud gue jam setengah 10 malam dan tiba-tiba *tiiiittiiiit. . . . titit. . . .* berdering handphone gue akhibat kemasukan sebuah sms kiriman dari Himawari temen gue. Tapi untungnya gue agak sedikit sakti *cucunya eyang subuurr*, jadi gue sadarin si handphone. --> *korban dua dunia*

Ya gue buka aja smsnya, dan gini isinya
    "bray, kita dapet tantangan dari si Kumis. Tantangannya dimulai besok jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Tantangannya ngisi blog baru kita yaitu BLOG SEKAWAN, materinya terserah kok. . . oke, yang paling belakangan ngisi BLOG SEKAWAN, dia harus traktir makan."

Gue baless 
   "yang bener aja. . . semisal gue ntar kalah gue harus traktir kalian semua nih. Gue traktir diri gue sendiri aja masih belum mampu"

Himawari ngebales lagi dengan sebuah kata yang dicapslock 
   "RESIKO"

Setelah gue baca dari sms Himawari, gue putusin cari uang buat persiapan traktir temen-temen dengan cara jual diri. . . nya Himawari, entah laku berapa ntar. Semisal beneran nggak laku, Himawari bakalan gue formalin trus gue dijadiin gantungan kunci abis itu gue tukerin duit deh hahahaha.

Tapi gue tetep berusaha nulis materi kok, jual Himawari cuma buat jaga-jaga doang. Ditengah malam yang sepi *kriiik. . . kriiiiiik. . . kriiiiiiikk* suara jangkrik peliharaan kakak gue menemani gue berfikir mencari materi apa yang bakal gue tulis. Gue ambil buku dan bulpen tanpa menulis.
Gue orangnya susah mikir kalo lagi nggak mood, jadi kalo gue lagi nggak mood gue selalu kesurupan. Pukul 1 dini hari pun menghampiri, gue tetep nggak dapet pemikiran materi, si bulpen yang gue pegang bilang "ayo, gesek-gesekin gue di badan si buku. Gue udah nggak bisa tahan nafsu nih." Si buku nyautin "aku udah siap lo digesek-gesek si bulpen". Gue jadi nggak enak sama mereka berdua, jadi gue tulis aja cerita malam gue. Si bulpen dan si buku pun pacaran, jadi gue nulis tanpa melihat mereka berdua sampai tamat.
Ya ini materi gue. . . . .

TAMAT


by @ghanaginigitu

Tentang Sebuah Batu Bata Jelek

Cerita pertama ini dari Ajahn Brahm, beliau penulis buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 1-3. Gue penggemar buku dari beliau, semuanya ceritanya sangat bermanfaat bagi gue dan kalian mungkin akan merasakan manfaatnya juga. Bukunya pada dipinjem sama temen gue semua, belum balik sampai sekarang. Cerita dari Ajahn Brahm ini akan gue tulis lagi dengan bahasa gue sendiri dan alurnya berbeda tapi intinya atau maknanya sama aja, jadi jangan kaget kalau ada  yang beda dari yang aslinya. Okehh langsung ke cerita....

Awalnya, Ajahn Brahm adalah biksu muda mendapat tugas untuk membuat tembok bata dari sang guru. Dia guru yang sangat tenang, apapun tugas yang diberikan kepada semua muridnya memiliki makna di dalamnya. Campuran semen, pasir dan air mulai diaduk, dia mengaduk sambil melihat kiri kanan akhirnya tertuju ke tumpukan bata dan disampingnya ada gurunya yang duduk bersila kelihatannya dia sedang bersemedi sepeeti halnya biksu lain yang bersemedi.
Bata pertama disusunnya dengan sangat hati-hati, sukses dengan bata pertamannya dia melanjutkannya ke bata kedua yang disusun disampingnya. Dia menyusunnya sambil menoleh ke gurunya yang masih tenang bersemedi, tak merasa terganggu apapun. Dia tersenyum ke gurunya tapi guru itu tidak mengetahuinya. Dia melanjutkan pekerjaannya.

Tumpukan bata baris pertama dan kedua selesai. Dia mengambil tumpukan bata baru dan mulai menyusunnya lagi di baris ketiga, saat mau mengambil bata yang ingin disusun dia melihat sekilas bata yang bentuknya aneh berbeda dengan bata normal lain, ibaratnya bata ini gila lainnya masih waras. Brahm mengambilnya melihatnya dengan seksama, dia berpendapat kalau bata ini sudah tak layak jadi bagian dari tembok yang dia buat untuk gurunya. Akan jadi apa jika bata gila ini disusun bersama  bata waras lain, malah gilanya nular ke bata waras lainnya malah tambah jelek tembok yang dia buat nanti, itu yang dipikirkan Ajahn Brahm muda. Ajahn Brahm muda berdiri membawa bata yang gila ini berjalan menuju semak-semak hendak membuangnya. Selagi Brahm berjalan sang guru ababil bangkit dari semedinya mendekati Brahm.

 "Jangan membuangnya !", suara khas laki-laki berumur 60-an tahun "Kau hanya membuang apa yang sudah kau punya dengan sia-sia, jangan !"
"Tapi, bata ini tidak layak buat tembok yang engkau minta untuk ku buatkan, malah tambah jelek jika dilihat" suara jernih dari pria berumur 21 tahun
"Tetap susun batanya, itu tugasmu kan !"
Tidak berkata apa-apa Brahm kembali duduk di kursi kecil dari kayunya untuk menyusun kembali bata tidak waras ini, dia diam sejenak memandangi bata jelek dan memikirkan apa yang dipikirkan oleh gurunya. Gurunya itu bagai gudang teka-teki yang harus diisi. Dia sudah membayangkan bagaimana jadinya, jelek, menurutnya itu sudah pasti. Tapi pemikiran seorang guru memang sulit untuk ditebak.

Dan akhirnya susunan bata gila tersusun tapi masih kelihatan jelek menurutnya, dia hanya fokus hanya di batu jelek itu saja, tidak keseluruhan susunan bata yang rapi. Baris per baris bata terselesaikan rapi dan hampir rampung, sesekali dia memandang gurunya yang kembali semedi. Dia takut apa yang dikatakan gurunya ternyata berbalik dengan kenyataan yang sebenarnya kalau temboknya kacau gara-gara satu bata yang abnormal. Akhirnya temboknya rampung, dia masih saja fokus ke batu jelek itu.

"Ohh, sudah jadi ya, indah sekali !" gurunya memuji dari jauh dibarengi senyum manis.
"Guru mungkin salah menilainya, sudah terlihat...." belum selesai bicara gurunya menyuruh untuk Brahm mendekat ke gurunya.
"Kesini mendekat kepadaku, aku mau jelaskan."
pandangan seketika berbeda saat Brahm mendekat di samping gurunya kira-kira jarak 8 meter dari tembok, bata jelek itu kini hampir tak terlihat.
"Batu jelek itu ibarat sebuah keburukan seseorang dan bata yang lainnya adalah kebaikan seseorang, kamu tidak bisa menilai seseorang hanya dari keburukannya. Keburukan seseorang akan tertutupi dengan kebaikannya sendiri. Kamu hanya fokus dalam menilai bata yang jelek itu saja, tidak menghiraukan bata-bata yang baik lainnya. Kamu baru tersadar saat kamu mundur beberapa langkah dan melihat keseluruhan tembok yang kau buat, bata yang kau anggap buruk kini tertutupi dengan bata yang baik. Penilaianmu berdasarkan fisik tidak dari hati kecilmu.”


TaplakSuci
Follow me @tikoauo

Jomblo -_-


Yah, nih tulisan penuh dengan kotoran mata, karena baru bangun udah nulis, terus siapa yang tanya ya? Hehe, apaan sih jomblo itu emangnya? Apa jomblo itu makanan yang di sajiin sama burger delux? -_- enggak nyambung yah? *gubrak meja* INI GAYA KAMU KAN SUBUR!! "Arya wiguna"
Lanjut...
Kalau emang belum tau, jangan sok-sokan bilang jomblo. Jomblo itu adalah... sebuah awal proses dari seseorang yang mempunyai pasangan menjadi seorang yang single atau jomblo dengan beberapa proses yang menyakitkan.

Ada yang bilang jomblo itu menyiksa dan ada juga yang bilang jomblo itu menyenangkan. Kalau menurut gue pribadi sih, jomblo itu enak, soalnya kalo dompet tipis enggak terlalu bingung, mau tidur sampe siang enggak ada yang ngomelin, mau deket cewe mana pun enjoy aja, mau dinner sama siapa aja boleh, dan mau berak di mana aja enggak ada yang ngelarang *eh? "Jadi selama ini, model pacaran dulu gue, gue kalo berak di pilihin tempat yang pass yah" *plak* hehe becanda kali.

Tapi kalo enggak jomblo atau pacaran itu ribet, kita pasti akan menemukan kencan pertama kan? Nah di situlah kita akan menemukan proses di mana kita harus nentuin tempat makan yang enak dan sederajat dengan isi dompet kita. *jleb*
Terus kalo kita pacaran itu harus selalu kasih kabar setiap jam, setiap menit, dan setiap detik. *eh ini pacar kenapa posesif banget ya* hehe. Jadi, kita setiap jam harus lapor "di mana kita, lagi ngapain, dan sama siapa" bener enggak? Kalo kita lagi tidur nyenyak semacam hibernasi tingkat tupai galau gitu, apa kita bisa kasih kabar? Apa lewat mimpi kita kasih kabarnya? :D haha
Dan resiko paling buruk ketika kita lupa kasih kabar lewat bbm atau sms pasangan cewe kita, kita bakalan bertemu dengan kata-kata "kamu dari mana aja!!!" "Gitu ya, penting tidur dari pada aku!!!" "Oh sekarang maunya begini!!!" Dan paling kejem adalah... "Kita putus..."
Aneh kan? Padahal kita tidur nyenyak mungkin sehabis ada kegiatan apa kek, eh malah kena kata-kata "putus". Yah namanya juga hidup... *guk guk guk!!!* suara kucing...
*hening*
Tuh kan, lanjut . . . Sehabis kita mendapatkan kata-kata putus, kita bakalan menjadi . . .
Iya tepat sekali . . . Hewan babi berkepala ikan cupang, *eh maksudnya JOMBLO. :))
 Hehe... Bye...
Sekian. :D

@talkaveev

Sore Kelabu

          duduk termenung sambil menatap jelas kerumunan padi hijau membentang. hembus angin menemani diriku di tengah lamunan sore itu. terbayang difikiranku sosok yang masih tak dapat kutafsirkan. namun senyuman itu membawa lamunanku menuju sosok dirimu, dan sosok yang tak dapat kutafsirkan tadi sedikit demi sedikit mulai tergambar dengan jelas. mata itu, seakan menandakan sebuah ketulusan dan senyum itu. . . haaahh . . . sudahlah . kutak ingin lagi mengingat sebuah sosok yang tak pernah mau mengetahui isi hatiku. untuk apa aku mengingatnya dan melamunkannya ? sedangkan dikejauhan sana kau sedang memikirkan seseorang yang menurutmu itu Cinta Sejatimu, dan yang jelas sosok itu bukan aku . . .

         huuuh. .  namun senyumanmu masih jelas terkenang difikiranku dan seakan akan tak mau hilang dariku. sempat juga teringat disaat ku membuatmu tertawa lepas, bercanda denganmu, berdiskusi, terkadang juga membicarakan hal yang tak terlalu penting atau sekedar menyapa dan lagi-lagi dengan sebuah senyuman itu. hmm. . . itu semua kenangan kan ? atau itu hanya sebuah kejadian yang tak harus menjadi sebuah kenangan ?

        kuhanya dapat menghela nafas panjang, dan mungkin tak akan mudah bagiku tuk melupakan segala yang telah terjadi antara kamu dan aku, ya antara kita berdua. seandainya kudapat memilikimu mungkin akan kulakukan yang terbaik yang kubisa, dan mungkin memang aku tak seperti mereka, iya mereka para kekasih terdahulumu hehe. aku memang tak seperti mereka bahkan aku lebih aneh dari mereka, tapi aku bisa bahagiakan kamu dengan cara ku sendiri, dengan kelebihan dan kekuranganku sendiri. tapi ya sudahlah itu semua cuma khayalan disore yang kelabu hahaha
ya Sore Kelabu.


by : Monster Gaul

Jangan Bilang Ini, Cinta


"flash fiction"

“rena, kamu kenapa?” tanyanya panik ketika tiba di rumahku. Aku masih saja terdiam meneteskan air mata tak menjawab pertanyaannya. Dia langsung menuju ke rumahku ketika aku menelponnya dengan terisak tadi. Aku mendongakan kepala, menatap matanya, lalu memeluk dan bersandar padanya. Tangisku semakin menjadi-jadi. Dia hanya mengelus-ngelus rambutku dan menenangkanku. Manusia ini Tuhan, orang yang tepat di saat yang tepat. 

“aku gak kuat raf” aku masih saja terisak, dengan sekuat hati aku mencoba berbicara
“dia nyakitin kamu lagi” ucap rafa. “kamu kenapa sih? Masih mau bertahan kaya gini terus. Dia udah nyakitin kamu berkali-kali tapi kamu masih aja mau sama dia. Udahlah”

“kamu gak ngerti rasanya jadi aku”
“aku ngerti, aku ngerti. Makanya aku gak mau liat kamu kaya gini terus. Plis ren, buka mata kamu. Banyak yang sayang sama kamu dan pasti gak suka ngeliat kamu kaya gini termasuk aku!”

“hah, maksud kamu raf? Termasuk kamu?” aku menatap matanya. Mencoba mencari jawaban atas pernyataanya. Tapi dia membisu, matanya penuh kebingungan. Mulutnya beku. Entah apa yang sedang dia pikirkan.

“hah, engga kok ren. Udah pokoknya aku gak mau ngeliat kamu kaya gini. Kalau perlu aku datengin itu orang biar gak nyakitin kamu terus”
Rafa mengalihkan pembicaraan. Matanya seperti menyembunyikan sesuatu yang  entah itu apa. Dia menghapus air mataku. Mengusap pipiku dengan lembut. Aku baru menyadari, ada sudut keteduhan ketika melihat matanya.

Kenapa selalu rafa? Yang datang di saat aku butuh. Lagi-lagi, dia yang mengusap air mataku. Membasuh lukaku, mencoba mengeringkan segalanya. Selalu dia, entah aku yang baru menyadarinya atau memang dia yang baru menunjukannya.

“heh kok diem sih?” ucap rafa membuyarkan lamunanku
“hah, engga raf gak papa”
Dia merangkulkan tangannya kepadaku “udahlah gak usah sedih gitu. Senyum dong. Masih ada aku yang bisa membuat kamu tertawa”
Seperti itulah Rafa, orang yang tepat di saat yang tepat.

Tangan lembutnya selalu mengusap pipiku, tawanya selalu menggugah tawaku. Dia merangkulku saat aku menangis. Dia selalu datang di saat yang tepat. Ketika seseorang membuatku terluka dia membasuhnya dengan kasih sayang tulusnya. dia tidak akan membiarkan aku terluka. Seperti penolong sepadan yang Kau kirim untukku, Tuhan. 

Ya tuhan, aku menyadari satu hal. Satu-satunya orang yang selalu ada untukku adalah rafa. Dia selalu meluangkan waktunya untukku kapanpun di saat aku butuh. Aku seperti orang terpenting dalam hidupnya. Perhatian-perhatiannya baru ku sadari bahwa semuanya bukan hanya sekedar pertemanan. Sorot matanya itu, mengisyaratkan perasaan yang berbeda. Tuhan, untuk kali  ini jantungku berdetak lebih kencang ketika bersamanya. Tolong tuhan, jangan bilang ini cinta.


@elyacitra

 
Copyright 2009 BLOG SEKAWAN