Senin, 27 Oktober 2014

Happy National Blogger Day!

 Selamat hari blogger para blogger! Hihi. Yaps jadi hari ini, 27 oktober 2014 adalah hari blogger nasional sekaligus hari ulang tahun mantan gue. Hayo, pasti banyak yang belum tau kalau hari ini hari blogger. Iya, sama kaya gue yang baru tahu tadi pagi gara-gara si ersha alias mas dewak pasang PM (personal messege) di BBM tentang hari blogger. Hari ini gue mau cerita sama kalian-kalian semua tentang awal-awal gue nge-blog dan awal mula kenapa gue suka tulis-menulis.

Jadi gini ceritanya. Dari zaman SD gue emang udah suka banget sama pelajaran bahasa Indonesia. Saat ada pelajaran mengarang, apalagi mengarang pengalaman kita pas liburan, pasti gue bakal semangat banget. Padahal mengarang adalah salah satu hal yang paling dibenci sama temen-temen satu kelas gue, dulu. kata mereka mengarang itu susah. Padahal menurut gue, mengarang itu gampang kok. Kita hanya tinggal mengingat-ingat, kemudian menuliskannya dalam bentuk kalimat hingga paragraf. Nah, selain itu waktu kelas 5 SD gue pernah di suruh bikin puisi sama guru gue. Bukan Cuma gue sih, lebih tepatnya teman-teman sekelas gue. Dan setelah di periksa sama guru, katanya Cuma puisi punya gue, dan punya temen gue yang namanya afandi yang bisa dibilang bagus diantara punya teman-teman yang lain. Bukan berarti punya yang lain gak bagus. Mungkin, punya gue sama punya afandi yang lebih bagus, haha. Sayang, kemampuan menulis puisi gue sekarang sangat-sangat payah hiks. Setelah itu, gue jadi makin suka sama dunia sastra. Dunia tulis menulis.

Selain itu, waktu SMP gue ikutan ekstrakurikuler mading. Nah, di ekstra ini gue banyak belajar lagi tentang dunia tulis menulis. Gue bisa nulis puisi, cerpen, berita yang bisa di liat sama orang banyak. Yah, meskipun hanya dibaca oleh orang-orang dalam lingkup sekolah saja, tapi hal itu rasanya udah lebih dari sekedar membahagiakan.

Pernah waktu itu gue di suruh mewawancarai anak-anak basket sekolah yang kebetulan abis menang juara basket se Kota Karawang, dan menulis berita tentang kemenangan mereka. Gue-pun melaksanakan tugas itu, dan setelah beritanya selesai dalam bentuk coret-coretan, gue setorin sama bu Rika buat diperiksa lagi. Bu Rika ini adalah guru pendamping untuk ekstra mading. Pas udah gue setorin ke  bu Rika, bu Rika Cuma senyum dan bilang sama gue “tinggal buat salinannya, abis itu tempel. Calon penulis beneran nih kayanya.” Dan ketika bu Rika bilang gitu, gue cuma senyum dan meng-amini-nya dalam hati.

Apa yang disampaikan bu Rika dan guru gue waktu SD masih gue inget baik-baik sampai sekarang. Bukan karena hal itu yang ngebikin gue besar kepala. Tapi kata-kata mereka selalu ngebuat gue untuk terus menulis, dan ngebuat gue makin semangat buat nulis. Jadi intinya, pujian itu kita jadiin motivasi kita bukan untuk sekedar membesarkan kepala kita.

Nah, masuk SMA gue udah jarang nulis. Biasalah, anak labil penyakit yang namanya males sering banget kambuh. Gue juga udah males ikutan mading terlebih waktu SMA, hal-hal yang berurusan sama mading yang ngurusin anak OSIS dan gue bukan tipe orang yang minat buat ikutan OSIS. Gue biasanya Cuma nulis coret-coretan di binder, atau buku diary gitu, hihi.

Terus kenapa gue akhirnya bisa punya blog? Nah, kalau yang ini gue rada-rada lupa sih. Kalau gak salah dulu waktu jaman-jamannya masih rajin buka twitter gue nge-follow dwitasari. Tau kan dwitasari? Iya yang nulis novel Raksasa dari Jogja. Dulu gue nge-follow dia pas dia belum nerbitin novelnya itu. nah, mba Dwitasari ini pernah nge-twit tulisannya yang dia post di kompasiana.com, gue buka, gue baca-baca, dan akhirnya gue bikin akun kompasiana dan munculah kembali minat menulis gue. Bisa lo bayangin? Saat orang-orang di kompasiana nge-post tulisan tentang dunia politik, ekonomi dan sebagainya, gue malah berbondong-bondong nulis fiksi yang isinya kalimat-kalimat galau, haha. Ya, tapi alhamdulillah respon dari orang-orang yang ngebaca fiksi gue baik-baik dan gak ada yang komen aneh-aneh.

Abis punya akun kompasiana, gue jadi pengen punya blog. Terus gue sering ngobrol sama fahmi. Fahmi itu temen sekelas gue waktu kelas 3 SMA yang ternyata, dia udah lama punya blog. Dia cerita-cerita tentang blog-nya, dan katanya blog lebih asik dari pada akun-akun kaya gitu. Lebih privasi sih katanya. Nah, abis itu gue kenal si Ersha tuh. Dan ternyata dia punya blog juga. Selain itu, ternyata eh ternyata banyak juga temen-temen gue yang lain yang udah punya blog juga. Dari situlah, gue mulai bikin blog, sering nge-post tulisan di blog, dan lebih tepatnya sering ngegalau di blog hehe. Kenapa gue bilang ngegalau? Karena blog punya gue isinya tulisan-tulisan galau. Kalau gak percaya nih mampir disini elyacitra.blogspot.com

Menurut gue, kata-kata dalam bentuk tulisan itu adalah suara hati yang kadang tak pernah terdengar. Kenapa bisa gitu? Ya karena saat lo butuh buat didengar, saat lo butuh buat ngungkapin isi hati lo dan gak ada orang yang mau denger dan ga ada orang yang nyaman buat tempat lo cerita, tulisan adalah tempat terbaik buat itu.

Jadi, menulis itu bukan hanya tentang lo berkarya dengan kata-kata. Tapi menulis juga menghibur, curhat, berbagi, dan entah kenapa setelah menulis, pasti ada satu kepuasaan tersendiri dari dalam diri. Gak percaya? coba aja deh.

Sekali lagi selamat hari blogger! Kalian yang masih mau menulis adalah orang-orang keren. Iya keren. Karena menurut gue orang-orang yang bisa menyusun kata demi kata menjadi sebuah kalimat yang indah, hingga akhirnya bisa jadi sebuah karya tulisan yang bisa dinikmatin orang banyak itu adalah orang-orang yang keren. Amazing, karena gak semua orang bisa nyusun kalimat semenarik apa yang dituliskan si penulis.


author:
elyacitra



1 komentar:

ghanaginigitu mengatakan...

Gue suka sama quote di akhir cerita. Emang bener, penulis itu orang keren. Uhuk... uhuk... *batuk berwibawa*

Posting Komentar

 
Copyright 2009 BLOG SEKAWAN