Jumat, 09 Agustus 2013

AWAS ADA BOM !

Ledakan bom kini terdengar dimana-mana, maklumlah lebaran ya kan. Bom yang gue maksud disini itu bukan bom yang dibuat ngeledakin Bali atau bom yang ngeledakin Hotel J.W. Marriott itu, tapi bom yang ukurannya sama kayak ukuran jari kelingking, kecil banget. Udah tahu kan namanya apa, yapp betul sebutannya itu Petasan, bahasa inggrisnya Mercon. Ohh itu bahasa jawanya ya, harap maklum ya namanya juga komedi. Bahasa inggrisnya kalau nggak salah itu Petard, coba cek di kamus kali aja gue salah.
Bahan pembuat petasan ini simpel, tidak pake ribet. Tapi jangan sembarangan pakenya ya ini berbahaya soalnya. Siapkan bubuk mesiu, gulungan kertas, lem, sumbu, konsentrasi pikiran sama keterampilan tangan, itu bahannya. Lalu blender jadi satu hingga lembut tuangkan ke gelas dan siap dihidangkan selagi hangat. Ohh maaf tadi itu cara pembuatan Jus Mercon bukan cara buat Petasan yang benar. Tadi Jus Merconnya cuma becanda, jangan ditiru jangan diambil hati juga ya.
Ayoo kita berfantasi....
Sifat Mercon ini memang membuat kita terkejut, selalu mendadak meledak tidak ada peringatan sebelumnya. Kita hanya diberi waktu sepanjang sumbu Mercon sendiri buat bersembunyi secepat mungkin. Jika tidak Mercon akan membuat bekas luka yang menyayat fisik, mental dan spiritual kalian. Luka fisik yang dibuat Mercon kepada kalian itu berupa luka pedih, perih dan bercucurkan darah. Membuat kulit kita membuka auratnya sendiri sehingga terlihat daging, darah, dan putih tulangmu. Butuh waktu panjang untuk memperbaiki susunan sel-sel yang rusak akibat ledakan tak pandang bulu dari Mercon. Saat proses perbaikan sel, hanya gulungan perban yang mampu menutupi aurat kulit yang terbuka. Obat cair berwarna merah yang bisa membantu mempercepat penyembuhan, efek sampingnya kalian akan meronta menahan pedih perih di setiap aliran obat merah melewati sela-sela kulit yang terbuka. Komplikasinya bisa menimbulkan luka mental, luka yang lebih sulit terobati. Luka yang membuat orang berubah 180°, dari yang berani menantang maut berubah menjadi lemah melihat satu ukuran kecil Mercon yang belum hidup sekalipun. Luka selanjutnya luka spiritual, luka ini berdampak besar bagi kelangsungan hidup yang akan datang, luka yang bisa saja malah menumpuk dosa. Ucapan yang tidak terkontrol membawa luka spiritual, dan dosa akan menumpuk di pundak kiri. Satu kata yang spontan terucap jika mendengar suara ledakan Mercon yang keras dan mengejutkan telinga. Tidak ada obat untuknya, selain berdoa dan meminta maaf.
Nahh sudah, tegangnya cukup.
Ayoo kita santai sekarang....
Mercon ukuran umumnya hanya sekitar jari kelingking anak kecil. Bayangkan jika ukuran diubah menjadi seukuran jari kelingking seekor nyamuk, repotkan jadinya. Apalagi ukurannya diubah lagi jadi seukuran jari kelingking seekor kuda, para konsumen nanti malah tambah bingung soalnya kuda tidak punya jari kelingking gimana mau buat Mercon hayoo. Jeda waktu meledaknya juga singkat, waktunya hanya cukup buat kita ambil nafas aja, intinya singkat banget. Beberapa konsumen mensiasatinya dengan cara yang cukup membuat orang kagum, yaitu dengan cara mengganti sumbu Merconnya dengan sumbu kompor. Hemat, efisien, dan terstruktur. Jadi waktunya menjadi lama untuk meledak, kita juga bisa ajak Raisa ngopi sebentar sambil menunggu Mercon meledak. Para konsumen Mercon juga memanfaatkan suara Mercon yang keras dan bikin orang kaget sebagai alarm bangun tidur. Caranya ganti sumbu jadi sumbu kompor,  lalu kalian segera tidur, Mercon akan membangunkan kalian dengan cepat dan tepat waktu tergantung panjang sumbu kompor yang dibuat. Coba bayangkan bagaimana Mercon bertindak sebagai alarm tidur sampai konsumen terbangun sambil elus-elus dada. Bagi penderita penyakit jantung sangat tidak dianjurkan untuk tidak menhidupkan Mercon, karena sifat Mercon yang penuh kejutan bisa saja penderita penyakit jantung meninggal mendadak, jangan sampailah. Tapi para ilmuwan menemukan Mercon yang tidak menimbulkan suara yang mengagetkan tapi malah memainkan suatu lagu saat meledak. Para ilmuwan menamainya dengan "Mercon Player" terinspirasi dati Music Player. Jika sudah meledak, Mercon ini memulai lagunya. Lagu yang ada bermacam-macam tergantung selera para konsumen. Salah satu lagu contohnya campursari, lagu ini cocok bagi penderita penyakit jantung, dan kaum rambut putih.
Selesai....
Karangan di atas cuma imajinasi gue, semuanya hanya imajinasi yang berwujud tulisan berparagraf. Imajinasi inilah membuat kita jadi kreatif. Imajinasi membuat kita mengetahui gambaran masa depanmu. So, don't stop to imagine something that you interest on it.....


By @tikoauo via Twitter

Rabu, 07 Agustus 2013

Kurma.

Kurma... ehmmm, yayayaya. Kurma
Eh sebelumnya, halo ceman-ceman Minal Aidzin Walfaidzin ya, mohon maaf lahir dan batin, dari gue sendiri yang bernama tuuut *Afief Hawari Akbar* (sensor) dan pelaku seluruh anggota blog sekawan. Yah ini dapet tugas dari si ayam jago untuk membahas isi tentang makna puasa sampai lebaran dan di beri berbagai macam materi layaknya isi dari sop buah yang beraneka ragam. yumy... Mulai dari buah belimbing, apukat, leci, kelengkeng, anggur, keres (becanda), nanas, sirsak, pisang, melon, semangka, durian (tapi nambah 5 ribu) dan berbagai macam buah yang lainnya.

Sop buah itu enak yah di buat untuk menu berbuka puasa. Bayangkan aja bermacam-macam buah dalam 1 mangkuk. yumy... terus  .  .  .
eh ini kenapa malah membahas sop buah, kan judulnya kurma.Maaf dan kita lanjut ke dalam maeri -_- Kurma... Ku-r-ma. Buah yang di eja dengan huruf kapital ini sangat khas muncul ketika bulan puasa kayak begini. Senyum mantan emang manis, tapi tak semanis senyum buah kurma (emang buah kurma punya senyum?) maksutnya tak semanis rasa buah kurma. Buah kurma ini ada 1.500 jenis dan rasanya sama aja sih (menurut gue). Apa ada yang belum rasain buah kurma? Kalau ada yang belum sih perlu di pertanyakan orang itu apa menderita kelainan penyakit yang bernama hepatitis mungkin.Sebenernya sih enggak ada hubungannya penyakit hepatitis sama kurma. Tapi enggak apa-apala yah (maksa).

Biasanya sih kurma gue jadiin beginian biar nikmatnya ENGGAK KEBAYANG!!!!


WHATS!!!!!!!!!!!

eh maaf salah gambar. Gue ulang lagi yah kata-katanya... -_-


"Biasanya sih kurma gue jadiin beginian biar nikmatnya ENGGAK KEBAYANG!!!!"

(nah... Akhirnya...)
Enak toh kelihatannya. Susu di kasi kurma kayak begituan aja udah nikmat, apa lagi kurma di jadiin puding  kayak begini.

 
WAW!!! yumy... Sedikit cerita dari gue. byeee :D *lambaikan tangan*


by : @talkaveev
 
Copyright 2009 BLOG SEKAWAN