Selasa, 28 Oktober 2014

Copy-Paste dari ghanaginigitu's blog

Emm... Halo semua, kemarin gue sempat posting di blog pribadi gue, tentang awal mula lahirnya blog pribadi gue itu, ghanaginigitu. Nah, niat gue nulis cerita itu adalah untuk menyambut hari blogger nasional yang jatuh tepat pada tanggal 27 Oktober. Agar pembaca setia blog sekawan juga tau tentang sejarah lahirnya blog pribadi gue, gue mau share di sini juga.

Oke, cekidot.....

*COPY  -  PASTE*
 
Horeeee!!! Hari ini adalah harinya para blogger Indonesia, termasuk gue.
Dan di hari ini, gue mau sedikit cerita tentang awal mula terciptanya blog gue ini, 'ghanaginigitu'. Semacam mengenang masa lalu, gitu lah. Mengenang di harinya para blogger se-Indonesia. Gini ceritanya...

2 tahun yang lalu, waktu gue masih duduk di kelas 2 SMA, buku karya Raditya Dika yang berjudul 'Manusia Setengah Salmon' baru terbit di pasaran. Karena gue hobi baca, akhirnya gue memutuskan untuk meminjam buku Manusia Setengah Salmon milik mbak Ree - kakak kelas gue yang paling akrab dengan gue dan sahabat-sahabat gue. Maklum saku anak SMA yang ber-logo-kan 'OSIS' di dada, tipis. Apalagi cowok, saku mereka rata.

Gue baca, lembar demi lembar gue balik halamannya, gue sangat menikmati, sangat-sangat menghibur gue. Komedinya nampol abis. Ya, akhirnya gue kepo dan melanjutkan membaca semua buku karya Raditya Dika, yang tentunya gue pinjam punya mbak Ree, lagi.

Kemudian... Karena Radith, gue jadi tertarik dengan dunia tulis menulis, dan karena Radith gue mulai untuk menulis. Akhirnya gue nulis, tapi masih belum serius di bidang ini, karena tulisan gue sangat-sangat super duper jelek banget waktu itu. Gue rasa, gue nggak berbakat untuk menulis sebuah cerita. Kemudian fakum.

Naik kelas 3 SMA... 3 orang dari sahabat gue, udah pada sibuk di dunia tulis menulis. Mereka menuliskan karya tulisan mereka di sebuah blog pribadi milik masing-masing. Mereka bertiga adalah Ersha Sadewa Udayana (ershadewa[dot]com), Elya Citra (elyacitra[dot]blogspot[dot]com), dan Fahmi Haqqi (fahmidehaqqi[dot]blogspot[dot]com).

Kemudian si Ersha, mempunyai cita-cita untuk membuat sebuah blog yang diisi tulisan-tulisan tentang informasi, cerita galau-galauan, komedi, roman, dll untuk bacaan di kalangan remaja. Mirip nyunyu[dot]com, gitu lah.
Ersha menamai proyek blog ini dengan nama blog sekawan (blogsekawan[dot]blogspot[dot]com).

Tapi-tapi-tapi... sebelum memulai membuat blog sekawan, Ersha berusaha meyakinkan sahabat-sahabatnya, termasuk gue, yang belum punya blog untuk membuat blog pribadi terlebih dahulu. Karena blog adalah sarana, blog adalah tempat untuk belajar menulis. Contoh simpelnya, kita menulis-menulis-dan menulis cerita di blog pribadi kita. Setelah banyak cerita yang kita tulis, untuk mendapatkan tulisan yang semakin baik, kita bisa melihat tulisan pertama kita di blog untuk dipelajari, apa yang harus dibenahi agar lebih baik di tulisan selanjutnya. Kita juga bisa menulis tentang hal penting sampai nggak penting di blog pribadi kita, agar semua orang tau dengan apa yang kita lakukan saat itu. Dan kalau ada dari kamu yang orangnya pendiam, kamu bisa menuliskan curhatan kamu di blog, biar lebih legah. Gitu...

Ya, karena dulu gue sempat teropsesi nulis karena Raditya Dika, akhirnya gue nurut Ersha. Gue membuat blog ini, dan tentunya dengan bantuan Ersha.

Akhirnya.... tanggal 1 bulan April 3013 lahirlah 'Diare Nulis Diary' dengan link ghanawisnu[dot]blogspot[dot]com. Gue menamai blog gue seperti itu, karena dulu gue punya penyakit diare, dan gue jatuh cinta di dunia tulis menulis. Tapi seiring berjalannya waktu, gue akhirnya mengubah nama blog lama gue menjadi 'ghanaginigitu'. Karena gue pingin nama blog gue sama dengan nama username akun twitter, instagram, dan soundcloud gue. Link-nya aja yang nggak berubah, tetap.

Jadi, orang yang sangat berjasa dalam hidup gue di dunia tulis-menulis-dan blog adalah Ersha Sadhewa Udayana. Dia adalah sahabat, sekaligus mentor di dunia tulis menulis untuk gue. Dan karena Ersha, gue bisa berkarya sebagai blogger. Thanks so much fo ya my best!
Oh, iya, mbak Ree juga. Karena buku Raditya Dika-nya yang dipinjamkan secara cuma-cuma, akhirnya insting menulis gue muncul. Andai hal itu tidak terjadi, mungkin sekarang gue masih sibuk meng-korek-korek pasir mencari tempat pup yang nyaman. So, terima kasih juga buat mbak Ree! By the way, mbak Ree juga seorang blogger loh, nih link blog-nya reeanggraini[dot]blogspot[dot]com.

Yap, begitulah sedikit cerita terbentuknya 'ghanaginigitu', blog pribadi gue. Dan sebagai blogger Indonesia, gue akan terus berkarya di dunia tulis menulis, dan meramaikan dunia blogger.


Sekali lagi, happy national blogger day! This is our day guys! :D



Author : @ghanaginigitu

Me and Blog

*Bayangkan gue lagi interview di sebuah studio radio*

Sudah bisa membayangkan?

Sudah?

Bagus..

Karena isi postingan ini berhubungan seputar perjalanan gue menulis dan blogging, jadi mirip interview gitu lah. Oke mari kita mulai....

Halo, selamat malam para blog walking di mana pun anda berada. Gila uda lama banget gue nggak posting di BlogSekawan gue lihat sekarang sarang laba-laba yang berhasil membangun sebuah istana, dan dulu ada gelandangan lagi tidur sekarang uda jadi jutawaan dan gue masih asing dengan dashboard blog ini yang tergolong dahsboard baru, kalo punya gue masih dashbord lama jadi bisa dikatakan gue adalah blogger jadul (ambil tisu). Tapi secara penampilan oke sih hehe, dan mohon maklum saja lah anggota kita lagi pada sibuk, jadi gitu lah jarang posting tapi kita aktif di blog masing-masing. Oke kali ini temanya berhubungan dengan blog dan menulis, gue lihat barusan temen-temen yang lain semua pakai judul yang sama mulai dari Fahmi, Wisnu, dan Citra dan gue ada rahasia nih ternyata si Citra nggak tau kalo tgl 27 Oktober itu hari blogger nasional hehehehe nggak tau lagi kalo temen-temen yang lain mereka tahu beneran atau cuman ikut-ikutan entah lah hehe dan untuk itu gue harus beda, gue mau pakai judul "tali kutang si tapir" eh, tapi kok nggak cocok ya sama temanya, yauda itu gampang lah. Well karena gue dan Citra tadi pagi sepakat tentang "hubungan" dengan blog dan nulis, oke gue ceritain perjalanan kisah cinta nenek gue dan kakek gue (lho? fokus sha! fokus!) oke maksut gue kisah cinta gue dan blog.

Awalnya sebelum gue mengenal blog, gue aktif sebagai pembaca sejak SD. Buku favorit gue adalah komik, yaitu "Kung Fu Komang" gue punya banyak sekali komik hingga bisa di jadikan sebuah tenda. Lalu gue mulai mengenal bacaan tanpa gambar yaitu "LUPUS" buku favorit gue karya Hilman Hariwijaya dan gue juga suka baca bukunya Agatha Cristie, lalu ketika SD gue belajar menulis parodi gitu lah asal-asalan bisa di bilang garing abis karena sering baca LUPUS jadi pingin nulis juga. Kemudian setelah lulus SD gue suka sekali baca autobiografi para tokoh. Yang paling gue suka adalah buku autobiografi Valentino Rossi yang berjudul "What if I Had Never Tried it" nah! dulu SMP gue sangat terpengaruh dengan buku ini, sampai-sampai gue menulis autobiografi gue sendiri (padahal isinya nggak penting) di buku tersebut Rossi bercerita tentang kehidupannya, persaingannya, dll.

 Jadi kalo di era sekarang mungkin itu awal gue menulis personal litelature. Lalu gue mulai suka baca-baca ensiklopedia, dan hal-hal yang berhubungan dengan scientific and all about history. Dan kalo secara personal basic gue memang kutu buku. Kalo ke mall pun setelah muter hampir tiga jam ujung-ujungnya nongkrong di gramedia once nerd always nerd. Gue orangnya nggak terlalu suka nongkrong dan bergaul, gue lebih suka dirumah berselimut tebal ditemani segelas susu panas sambil membaca buku yang tebal, i love it!.

Dan ketika masuk SMA bacaan gue mulai berkembang, gue mulai meninggalkan buku LUPUS yang gue cintai dengan terpakasa harus dirombeng, karena hadirnya buku-buku baru yang berdatangan di lemari buku gue. 

Dan disitu gue mulai membaca bacaan  yang sedikit berat seperti besi, batu, kayu jati bercanda kok hehehe. Maksut gue mulai baca novel yang berat meskipun gue sedikit sulit mencerna yaitu bacaan bukunya Dewi Lestari, gila setiap kali baca sampe buka kamus karena sulit di pahami (atau emang gue yang bego ya?). Lalu meginjak kelas dua SMA gue kembali menulis setalah terakhir nulis waktu  SD karena menulis parodi gue gagal,  akhirnya ketika dewasa akibat ditolak cewek, hidup penuh kebodohan, sampai cinta yang tak terbalas, gue menulis di note kecil ceritanya sih tentang kehidupan gue gitu lah. Dan untuk menulis di dunia maya dulu  nulisnya  kayak diary line gitu lah tiap hari harus di perbarui gue kira dulu seperti itu lah blog tapi ternyata nggak, kita perlu sebuah engine "blogspot" dll (bego bener dah).

 Tapi sekarang kayaknya uda nggak jaman pakai diary line, dia pensiun bersama friendster. Di situ gue menulis biodata, dan hal-hal yang kalo gue pikir sekarang nggak penting pake banget dah. Lalu gue baca buku Raditya Dika, sebelumnya gue uda sering liat buku si Dika waktu gue SMP dan waktu dia nonggol di tivi di undang di acara empat mata shownya Tukul. Kira-kira kelas dua SMP gue pergi ke gramedia mau beli komik slam dunk bukan selendang lho ya, gue melihat buku si Dika di tumpukan best-seller jujur gue pertama melihatnya merasa aneh, dengan tampang dongonya itu belum lagi judulnya "Marmut Merah Jambu" waktu itu gue kira buku horor gitu, eh nggak taunya berapa tahun kemudian "Marmut Merah Jambu" jadi novel favorit gue, dan gue ikut main di filmnya sebagai..figuran...tapi nggak masalah meskipun jadi figuran tapi gue masuk nominasi oscar sebagai peran figuran terbaik (emang ada ya?) eniwei makasih ya bang Dika uda ngasih saran buaaanyak banget dan jadi guru gue dalam menulis, bagi duit dong bang hehehe. Dan mulai kelas dua SMA sampai sekarang gue aktif menulis, dan di SMA  gue ikut ektra kulikuler juralistik di situ gue mendapat banyak ilmu seputar media dan hal yang berkalitan dengan menulis yang kadang gue terapkan di beberapa postingan gue.

Bentar ya mau minum dulu haus, sambil lemesin jari-jari uda mulai kriting . Tunggu...

..............glek..glek...glek.....

Oke lanjut, sekarang tentang blog. Apa yang menyebabkan gue ngeblog? jadi gini, tunggu gue pikir dulu.....ya terserah gue dong! huahahahahahah enggak..bercanda kok, gue tau kalian uda siapin pisau buat qurbanin gue, ampun dah oke gue jawab serius. Gue mau jelasin tapi...panjang dah, jadi ya intinya masih ada hubungannya gitu sama hal nulis, dan cita-cita gue sekarang ya jadi blogger, penulis dan menikah dengan power ranger pink. Dan menurut gue blog adalah wadah dimana gue di dengar orang banyak dan gue jadi banyak teman. Dari blog gue bisa ikut main film, dari blog gue bisa ketemu dan banyak artis, dari blog gue bisa dapet temen baru, dari blog orang jadi tau kisah gue, dan dari blog orang jadi tau ke bodohan gue dan secara survei orang melihat perkembangan cerita di blog gue mengatakan bahwa sudah terbukti idiot sangat sulit untuk disembuhkan, hmm....pedih...

Dan kalo ngomongin perjalanan blog, dulu perjalanan gue kecil banget yang baca cuman teman sekelas, lalu ada teman kepo di baca di sekolah lain, dan di baca UBHARA karena saudara gue kepo lalu temen yang lain ikut baca akhirnya keterusan ketularan bego hehehe dan di baca temen kampus gue UNTAG dan sekarang UB. Untuk sekarang tiap hari pengunjung blog gue nambah, padahal awalnya yang baca cuman dikit nggak sampai sepuluh orang. Jadi gue berterima kasih kepada semua pembaca blog gue, untuk temen sesama blogger yang waktu ikut kompetisi blog, dan untuk blogger senior yang uda ngasih saran ke gue, dan temen-temen BlogSekawan i lap you pull *lemparin kolor* 

Dan sebagai penutup gue ucapkan HAPPY NASIONAL BLOGGER DAY! (meskipun telat) semoga blogger-blogger Indonesia makin maju, sukses dan makin kreatif, dan jangan nyerah meskipun hujan badai datang kerena becek nggak ada ojek. (apa'an sih sha!). 

Oh iya sampe lupa gara-gara ngomong uda ngalor-ngidul gini silahkan kalo mau berkunjung ke blog gue di www.ershadewa.com 

Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya. 



Auhor

@ershadewa








Senin, 27 Oktober 2014

Happy National Blogger Day!

 Selamat hari blogger para blogger! Hihi. Yaps jadi hari ini, 27 oktober 2014 adalah hari blogger nasional sekaligus hari ulang tahun mantan gue. Hayo, pasti banyak yang belum tau kalau hari ini hari blogger. Iya, sama kaya gue yang baru tahu tadi pagi gara-gara si ersha alias mas dewak pasang PM (personal messege) di BBM tentang hari blogger. Hari ini gue mau cerita sama kalian-kalian semua tentang awal-awal gue nge-blog dan awal mula kenapa gue suka tulis-menulis.

Jadi gini ceritanya. Dari zaman SD gue emang udah suka banget sama pelajaran bahasa Indonesia. Saat ada pelajaran mengarang, apalagi mengarang pengalaman kita pas liburan, pasti gue bakal semangat banget. Padahal mengarang adalah salah satu hal yang paling dibenci sama temen-temen satu kelas gue, dulu. kata mereka mengarang itu susah. Padahal menurut gue, mengarang itu gampang kok. Kita hanya tinggal mengingat-ingat, kemudian menuliskannya dalam bentuk kalimat hingga paragraf. Nah, selain itu waktu kelas 5 SD gue pernah di suruh bikin puisi sama guru gue. Bukan Cuma gue sih, lebih tepatnya teman-teman sekelas gue. Dan setelah di periksa sama guru, katanya Cuma puisi punya gue, dan punya temen gue yang namanya afandi yang bisa dibilang bagus diantara punya teman-teman yang lain. Bukan berarti punya yang lain gak bagus. Mungkin, punya gue sama punya afandi yang lebih bagus, haha. Sayang, kemampuan menulis puisi gue sekarang sangat-sangat payah hiks. Setelah itu, gue jadi makin suka sama dunia sastra. Dunia tulis menulis.

Selain itu, waktu SMP gue ikutan ekstrakurikuler mading. Nah, di ekstra ini gue banyak belajar lagi tentang dunia tulis menulis. Gue bisa nulis puisi, cerpen, berita yang bisa di liat sama orang banyak. Yah, meskipun hanya dibaca oleh orang-orang dalam lingkup sekolah saja, tapi hal itu rasanya udah lebih dari sekedar membahagiakan.

Pernah waktu itu gue di suruh mewawancarai anak-anak basket sekolah yang kebetulan abis menang juara basket se Kota Karawang, dan menulis berita tentang kemenangan mereka. Gue-pun melaksanakan tugas itu, dan setelah beritanya selesai dalam bentuk coret-coretan, gue setorin sama bu Rika buat diperiksa lagi. Bu Rika ini adalah guru pendamping untuk ekstra mading. Pas udah gue setorin ke  bu Rika, bu Rika Cuma senyum dan bilang sama gue “tinggal buat salinannya, abis itu tempel. Calon penulis beneran nih kayanya.” Dan ketika bu Rika bilang gitu, gue cuma senyum dan meng-amini-nya dalam hati.

Apa yang disampaikan bu Rika dan guru gue waktu SD masih gue inget baik-baik sampai sekarang. Bukan karena hal itu yang ngebikin gue besar kepala. Tapi kata-kata mereka selalu ngebuat gue untuk terus menulis, dan ngebuat gue makin semangat buat nulis. Jadi intinya, pujian itu kita jadiin motivasi kita bukan untuk sekedar membesarkan kepala kita.

Nah, masuk SMA gue udah jarang nulis. Biasalah, anak labil penyakit yang namanya males sering banget kambuh. Gue juga udah males ikutan mading terlebih waktu SMA, hal-hal yang berurusan sama mading yang ngurusin anak OSIS dan gue bukan tipe orang yang minat buat ikutan OSIS. Gue biasanya Cuma nulis coret-coretan di binder, atau buku diary gitu, hihi.

Terus kenapa gue akhirnya bisa punya blog? Nah, kalau yang ini gue rada-rada lupa sih. Kalau gak salah dulu waktu jaman-jamannya masih rajin buka twitter gue nge-follow dwitasari. Tau kan dwitasari? Iya yang nulis novel Raksasa dari Jogja. Dulu gue nge-follow dia pas dia belum nerbitin novelnya itu. nah, mba Dwitasari ini pernah nge-twit tulisannya yang dia post di kompasiana.com, gue buka, gue baca-baca, dan akhirnya gue bikin akun kompasiana dan munculah kembali minat menulis gue. Bisa lo bayangin? Saat orang-orang di kompasiana nge-post tulisan tentang dunia politik, ekonomi dan sebagainya, gue malah berbondong-bondong nulis fiksi yang isinya kalimat-kalimat galau, haha. Ya, tapi alhamdulillah respon dari orang-orang yang ngebaca fiksi gue baik-baik dan gak ada yang komen aneh-aneh.

Abis punya akun kompasiana, gue jadi pengen punya blog. Terus gue sering ngobrol sama fahmi. Fahmi itu temen sekelas gue waktu kelas 3 SMA yang ternyata, dia udah lama punya blog. Dia cerita-cerita tentang blog-nya, dan katanya blog lebih asik dari pada akun-akun kaya gitu. Lebih privasi sih katanya. Nah, abis itu gue kenal si Ersha tuh. Dan ternyata dia punya blog juga. Selain itu, ternyata eh ternyata banyak juga temen-temen gue yang lain yang udah punya blog juga. Dari situlah, gue mulai bikin blog, sering nge-post tulisan di blog, dan lebih tepatnya sering ngegalau di blog hehe. Kenapa gue bilang ngegalau? Karena blog punya gue isinya tulisan-tulisan galau. Kalau gak percaya nih mampir disini elyacitra.blogspot.com

Menurut gue, kata-kata dalam bentuk tulisan itu adalah suara hati yang kadang tak pernah terdengar. Kenapa bisa gitu? Ya karena saat lo butuh buat didengar, saat lo butuh buat ngungkapin isi hati lo dan gak ada orang yang mau denger dan ga ada orang yang nyaman buat tempat lo cerita, tulisan adalah tempat terbaik buat itu.

Jadi, menulis itu bukan hanya tentang lo berkarya dengan kata-kata. Tapi menulis juga menghibur, curhat, berbagi, dan entah kenapa setelah menulis, pasti ada satu kepuasaan tersendiri dari dalam diri. Gak percaya? coba aja deh.

Sekali lagi selamat hari blogger! Kalian yang masih mau menulis adalah orang-orang keren. Iya keren. Karena menurut gue orang-orang yang bisa menyusun kata demi kata menjadi sebuah kalimat yang indah, hingga akhirnya bisa jadi sebuah karya tulisan yang bisa dinikmatin orang banyak itu adalah orang-orang yang keren. Amazing, karena gak semua orang bisa nyusun kalimat semenarik apa yang dituliskan si penulis.


author:
elyacitra



Selasa, 17 Desember 2013

Tipe-tipe pengguna jalan raya

Hari ini hari senin tanggal 15 desember 2013 dan hari ini pula yang menyebabkan saya harus meninggalkan masa liburan dan harus segera menuju ke kampus perjuangan -___- dan selama perjalanan menuju kampus saya memperhatikan ekspresi orang-orang dalam berkendara dan menggelitik hati saya untuk menulisnya di blog ini. Dan ini dia ekspreso orang-orang ketika menggunakan jalan raya
  • Si terburu-buru
Biasanya sih mereka adalah orang yang bangun kesiangan, cirinya sih orang yang paling kenceng nge-bunyiin klakson ketika lampu lalu lintitas udah ijo, berusaha nyalip meskipun dengan sekecil mungkin, macu kendaraan mereka seolah-olah sedang di sirkuit sentul, dsb sumpah sampai sekarang saya heran kenapa orang bisa senekat ini apakah mereka punya nyawa cadangan? entalah
  • Si biadab ngawur
Nggak jauh beda sih sama si terburu-buru tapi yang ini jauh lebih biadab ngeselin, jadi bisa digambarkan sebagai berikut Si ngawur + jalanan macet + sifat ngeselin --> si biadab Si ngawur kurang lebih seperti itulah asal-usul si biadab ngawur oh iya cara menghadapi orang ini cukup dengan sabar saja atau doain mereka, doain apa itu terserah kamu :p atau kalau kamu cukup berani tinggal bilangin "COK" aja di depan orangnya palingan banyak orang yang ngerumunin kalian, tapi jangan coba-coba cara ini kalau kalian kurang berani bisa-bisa muka kalian berantakan 
 
  • Si woles (pasrah)
Ini nih salah satu jenis pengendara yang asik dia rela kita dahului di juga jarang mencet tombol klakson kalau gak perlu-perlu amat pokoknya, dia lebih menikmati sensasi berkendara daripada terburu-buru, namun gak semua pengendara jenis ini murni orang yang woles bisa saja si terburu-buru ataupun si biadab ngawur yang lagi mengendarai mobilnya yang baru dan pasti mahal so dia pasti berhati-hati dalam mengendara dia rela disalip, dan diklakson orang-orang namun ketika mereka menggunakan kendaraan butut, ataupun kendaraan asal mereka kembali ke sifat asli mereka.

Sekian dulu ya npenjelasan saya tentang jenis-jenis pengguna jalanan yang ada di surabaya :p ada yang mau nambahin silahkan isi di kolom komentar atau bisa mention saya di @fahmi_haqqi

HIDUP MAHASISWA!!

Kamis, 12 Desember 2013

Cepat atau Lambat Jatuh Cinta



Jatuh cinta memang aneh , konyol dan lucu . Bagaimana bisa , kita awalnya hanya sekedar melihat dan kemudian menjadi kagum , tak lama kemudian menjadi suka , dan akhirnya sayang . 

  Hal ini terjadi pada gue tepatnya 7 tahun yang lalu saat gue masih SMP , waktu itu kelas 8  atau lebihnya tepatnya  kelas 2 SMP . Dan cewek yang gue taksir adalah bernama Rere (nama samaran) . Pertama kali gue lihat Rere saat masuk mos , pagi itu setelah persami dia lagi ngobrol dengan temannya di pagar sekolah . Dalam hati gue “cantiknya , ya ampun” . Rere berkulit putih berambut lurus dan panjang dan memiliki wajah baby face . Dengan berjalannya waktu lama – lama gue bisa curi pandang ke Rere , yah kelas kita berdua berdekatan tapi sayangnya saat itu di memiliki pacar…..hati gue remuk , bagaikan krupuk dijadikan koya soto . 


Dan satu tahun kemudian , gue naik kelas 8 . Gue di jadikan wakil ketua osis . Dan dapat kabar dari temen gue kalo Rere juga ikut LDKS , yaitu seperti semacam ospek buat para anggota baru osis tapi dilakukan di luar kota . Waktu itu gue LDKS di kota Trawas , yang hawanya super adem sampe ingus gue beku . Dan satu lagi biasanya kalo suasana dingin gue jarang bisa boker *emangnya penting , apa ya?* 

Momen – momen indah pun di mulai dari sini . Waktu itu setelah seminar LDKS di vila A , ya waktu itu sekolah gue menginap di 2 vila , dan gue sendiri di vila B . Rere? Dia berada di vila B . Jaraknya nggak jauh sih jalan kaki kira – kira 5 menit sampe . Oke balik lagi ke cerita di seminar , setelah seminar gue di suruh beres – beres oleh pak hartono salah satu guru gue yang menjadi panitia seminar .



Pak Hartono : “sha , beresin ya . Sekalian lepasin bannernya juga”

Gue : *aslinya mau nolak , berhubung takut di lempar ke hutan gue nurut aja* “I….ya pak”

Kemudian gue melepas satu persatu banner yang menempel di dinding , tiba – tiba gue mendengar suara .

“Butuh bantuan nggak?”

Gue menoleh .

Ternyata dia adalah RERE !!! , hati gue seneng banget . Serasa mau teriak – teriak , dalam hati hati “ini kah bidadari dari surge itu” *oke mulai lebay* 

Gue berusaha sok cool *jaga image dong hehe*

“oh iya boleh boleh” sambil melemparkan senyum .

Kemudian kita berdua mengobrol . Sebuah hari yang indah pada saat itu .



Setelah selesai gue balik ke vila B , gue certain ke temen – temen . Gue merasa seneng banget , gue merasa seperti di ftv bagaimana kita berdua berada di suasana yang indah , dingin dan pemandangan yang indah banget  #eaaaaa

Menjelang balik ke kota Mojokerto , gue memberanikan diri untuk tukeran nomer hape ke dia .Di gerbang vila A gue melihat dia lagi melihat pemandangan dari balkon , gue lambaikan tangan “hei” . Dia menoleh kea rah gue . “Bisa turun sebentar nggak?” . Dia menganguk 



Kita berdua ngobrol di depan gerbang .
Gue : “kamu punya hape nggak?”
Rere : “ya , ya punya lah”

Gue sadar pertanyaan gue tadi salah , kesannya gue malah meledek . Gue malu abis waktu itu .

Gue : “eh maksut gue mau tukeran nomer gitu hehehe”
Rere : *nahan tawa* “iya boleh”
Gue : “uda kenalkan sama gue hehe”
Rere “Ersyah kan? Masa nggak tau sama wakil ketos sih” *senyum*
Gue : *dalam hati sejak kapan nama gue berubah menjadi Ersyah???* “Ersha bukan Ersyah , hehehe”
Rere : “Ah sama aja kok , initinya kan gitu”
Gue  : “iya deh …iya” *muka gue manyun*

Akhirnya kita bertukar nomer hape . Kira – kira gue PDKT uda hampir 1 bulan lebih semenjak LDKS itu .

Pagi hari di sekolah , jam isitrahat . Rere mencari gue di kelas .

“ya ada apa re?”
“nomer hape ku ganti”
Gue kaget , “lho? Kenapa?”
“ya , hmm….mantan aku ganggu terus , nomer yang lama uda aku buang”

Hati gue cenat – cenut .

“oh gitu….” Jawab gue lemes 



Tapi semenjak Rere ganti nomer baru , gue dan dia makin dekat . Kalo dulu cuman sms’an kita akhirnya telpon – telponan . Indahnya telponan pada saat PDKT adalah kita bisa mendengar suara orang yang kita suka sebelum tidur , dan itu indah banget .

Beberapa minggu kemudian menjelang hari ulang tahun gue dan dia . Yah.. ulang tahun kita berdekatan banget gue sendiri 14 Februari sedangkan dia 15 Februari #ciyeeee . gue ungkapin perasaan gue lewat sebuah sms….



Gue : “Re , uda tidur belum?”

Rere : “Belum ngantuk , kamu kok belum tidur?”

Gue : “iya nih susah tidur , mau ngomong sesuatu nih”

Rere : “yauda ngomong aja :)”

Gue : “sebenernya selama ini sudah lama banget aku suka sama kamu”

Rere : “hehehe , uda keliatan kok :P , aku juga sudah lama suka sama kamu . cuman kamunya aja yang sok cuek sih hmm…. Hehehe”


Mata gue melotot , seakan nggak percaya ternyata selama ini dia juga suka sama gue , gue merasa seperti di film kuchi kuchi hota he …..


Gue : “wah gitu ya :) , jadi kita gimana?”

Rere : “naik ketahap berikutnya , lebih dari pertemanan :)”

Gue : “jadian :D”

Rere : “IYA :D”

Seperti itu lah cinta kadang bisa bikin kita susah tidur , kita bela belain tidur larut malem hanya untuk mendengar suara dia di telpon dan juga kita harus keluarin banyak duit untuk beli pulsa tentunya . Dan kita juga harus bersiap bersiap berkorban demi dia . 

Yang awalnya hanya sekedar kagum cepat atau lambat perasaan kita akan berubah menjadi sayang .


Author : @ironjantan

 
Copyright 2009 BLOG SEKAWAN